Bulog Targetkan Bangun Pabrik Penggilingan di Banyuasin Pada September
Palembang, LensaSN
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menargetkan pembangunan pabrik penggilingan padi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai dilakukan pada September 2026.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan di Palembang, Sumsel, Senin (31/08/2026), mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 100 unit fasilitas pergudangan dan pengolahan pangan Bulog secara nasional pada 2026.
Untuk wilayah Sumsel kebagian enam unit fasilitas pasca panen, tiga di lahan sendiri dan tiga di lahan hibah.
Banyuasin menjadi salah satu lokasi yang mendapat fasilitas pembangunan di atas lahan hibah pemerintah daerah. Saat ini, proses pembangunan masih menunggu penyelesaian balik nama sertifikat lahan menjadi atas nama Bulog.
"Insya Allah nanti di bulan September kita groundbreaking. Tergantung apakah Banyuasin ini cepat proses balik namanya sertifikatnya" katanya.
Apabila proses administrasi lahan dapat diselesaikan sesuai target, katanya, peletakan batu pertama pembangunan pabrik penggilingan padi di Banyuasin diupayakan menjadi yang pertama dilakukan di Sumatera Selatan.
Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas penggilingan sekitar empat ton beras per jam. Fasilitas itu juga akan dilengkapi tiga unit silo dengan total kapasitas 6.000 ton serta gudang berkapasitas 1.000 ton.
"Di Banyuasin itu rencana dibangun mesin penggilingan tadi dengan kapasitas empat ton per jam, kemudian silonya 6.000 ton, ada tiga unit, masing-masing 2.000 ton, kemudian gudang 1.000 ton," jelasnya.
Ihsan mengatakan pembangunan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kemampuan Bulog dalam mengolah gabah hasil penyerapan petani menjadi beras.
Pabrik tersebut nantinya dapat menghasilkan beras medium maupun premium, sehingga Bulog tidak perlu bergantung pada fasilitas penggilingan pihak lain ketika membutuhkan pengolahan gabah hasil pengadaan.
"Kalau misalnya itu berdiri pabriknya, kita tidak susah-susah lagi. Kalau misalnya berhasil, kita sudah ada pakai sendiri," ujarnya.
Terkait groundbreaking fasilitas pascapanen lainnya di Sumsel tidak dilakukan secara bersamaan karena bergantung pada kesiapan lahan masing-masing daerah.
"Belum bisa serentak, tergantung daerahnya. Kalau misalnya lahannya sudah tidak ada masalah, karena uangnya itu urusan pusat semua. Kita hanya memantau pembangunannya," katanya.
Sebelumnya, Perum Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, dan Empat Lawang telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan untuk penyediaan infrastruktur pascapanen.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menghibahkan lahan seluas 8,7 hektare, Muara Enim tiga hektare, dan Empat Lawang seluas 1,5 hektare.
Untuk Muara Enim dan Empat Lawang akan dibangun gudang penyimpanan beras, sedangkan di Banyuasin disiapkan fasilitas yang lebih lengkap berupa gudang beras, alat pengering mekanis (dryer), dan pabrik penggilingan padi. (Antara)