Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melihat helikopter "water bombing" beroperasi memadamkan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (Foto-Antara)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melihat helikopter "water bombing" beroperasi memadamkan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (Foto-Antara)
Pemerintahan

Menhut Pastikan 50 Helikopter "Water Bombing" Masih Beroperasi

oleh Apriandi | Senin, 12 Oktober 2026

Banjarbaru, LensaSN

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan 50 helikopter water bombing masih beroperasi di enam provinsi prioritas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Helikopter masih siaga, tidak ada pengurangan dari operasi udara," kata dia di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026).

Adapun enam daerah itu yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Menhut mengakui helikopter sangat membantu pemadaman titik api yang sulit dijangkau petugas di darat.

Meskipun demikian, penerbangan helikopter terkendala ketika jarak pandang pilot terbatas akibat kabut asap tebal.

"Jadi, pilot tidak bisa bermanuver ketika jarak pandang terbatas seperti di Kalimantan Tengah, padahal helikopter telah disiagakan di tiga wilayah di Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit," katanya.

Pada saat helikopter tidak bisa beroperasi, lanjut Menhut, maka Satgas Darat menjadi tumpuan pemadaman karhutla.

Petugas gabungan Manggala Agni, TNI-Polri, BPBD hingga relawan masyarakat pun terus bahu membahu di lapangan.

Menhut meninjau penanggulangan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru untuk memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal.

Berdasarkan data Sipongi Kemenhut dengan cut off 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, jumlah hotspot di Kalimantan Selatan mengalami penurunan dari 28 menjadi 15 titik. (apr/antara)