Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Okto Dorinus Manik saat membahas terkait peluang konektivitas bersama Gubernur Papua Matius D Fakhiri, di Kota Jayapura, Papua, Kamis (8/10/2026). (Foto-ANTARA/HO-Pemprov Papua)
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Okto Dorinus Manik saat membahas terkait peluang konektivitas bersama Gubernur Papua Matius D Fakhiri, di Kota Jayapura, Papua, Kamis (8/10/2026). (Foto-ANTARA/HO-Pemprov Papua)
Ekonomi

Dubes RI Untuk PNG Bahas Pembukaan Rute Udara Papua-Papua Nugini

oleh Apriandi | Minggu, 11 Oktober 2026

Jayapura, LensaSN

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Okto Dorinus Manik membahas rencana pembukaan penerbangan langsung dari Papua Nugini menuju Jayapura, Papua, guna mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha kedua negara.

“Pada Kamis (8/10) telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Matius D Fakhiri di mana dalam pertemuan tersebut membahas banyak potensi yang bisa dikembangkan antara Papua Nugini dengan Indonesia khususnya dalam pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya ke depan. Dalam hal ini, konektivitas darat, laut, dan udara menjadi aspek utama yang harus kita kuatkan,” kata Okto Dorinus, di Jayapura, Minggu (11/10/2026).

Menurut Okto, pertemuan tersebut merupakan kunjungan silaturahmi perdananya kepada Gubernur Papua setelah lima bulan menjalankan tugas sebagai Duta Besar RI di Port Moresby.

"Posisi geografis Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kerja sama bilateral, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan," ujarnya lagi.

Dia menjelaskan, selain jalur udara, pemerintah juga merencanakan pengoperasian bus perintis dan pembukaan sejumlah rute perintisan baru di kawasan perbatasan melalui jalur darat.

"Sementara itu, konektivitas laut disiapkan untuk memperlancar arus logistik dan perdagangan dengan menghubungkan Jayapura secara langsung dengan sejumlah kota pelabuhan strategis di Papua Nugini," katanya lagi.

Pihaknya berharap pertemuan dengan Gubernur Papua menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan diplomatik, sekaligus mempercepat realisasi kerja sama konkret antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Papua Nugini.

"Peningkatan konektivitas antarkedua wilayah dapat membuka peluang pengembangan potensi ekonomi, sosial, dan budaya serta mempermudah interaksi masyarakat di kawasan perbatasan," ujarnya pula. (apr/antara)