Firdaus Hasbullah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). (Foto-Istimewa)
Firdaus Hasbullah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). (Foto-Istimewa)
Pemerintahan

Firdaus Hasbullah Tegaskan Dukung Penuh 100 Persen Operasi Sarang Narkoba di PALI!

oleh Apriandi | Jumat, 23 Oktober 2026

Palembang, LensaSN

Firdaus Hasbullah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (23/10/2026) menegaskan, dirinya atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten PALI menyatakan mendukung penuh 100 persen Operasi Sarang Narkoba yang dilakukan oleh Polres PALI dan BNN Prabumulih-PALI di wilayah Kabupaten PALI.

Menurut Firdaus Hasbullah, sarang Narkoba di Kabupaten PALI harus dibongkar sampai ke akar-akarnya.

“Saya ulangi, dukung penuh! Operasi ini jangan setengah-setengah. Sarang Narkoba di PALI harus dibongkar sampai ke akar-akarnya! Kenapa saya bilang begitu? Karena PALI sudah darurat Narkoba!,” tegasnya.

Diungkapkannya bahwa saat ini sarang Narkoba sudah ada di semua kecamatan, terdiri dari; di Talang Ubi sabu dijual terang-terangan di kos-kosan, di Penukal ganja dan pil dijual di warung-warung, di Penukal Utara anak muda banyak yang jadi kurir sabu, di Abab Narkoba masuk sampai ke kebun-kebun, di Tanah Abang banyak anak sekolah yang sudah menjadi korban.

“Anak muda PALI yang harusnya jadi harapan orang tua, yang harusnya jadi pekerja di perusahaan minyak, sekarang malah jadi pecandu, jadi maling, jadi pengedar. Ini tidak bisa dibiarkan!,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambung Firdaus Hasbullah, dirinya menegaskan lima sikap DPRD PALI yakni pertama, sikat bandar besar, jangan hanya pemakai kecil. Untuk itu ia meminta Polres dan BNN jangan hanya tangkap pemakai. Tangkap bandarnya, tangkap pengedar besarnya, tangkap cukongnya yang selama ini mengendalikan Narkoba di PALI.

Suasana penggerebekan sarang Narkoba di PALI. (Foto-Istimewa)

“Kemudian yang kedua, bongkar sarang Narkoba tanpa pandang bulu. Kalau sarangnya di rumah mewah, bongkar! Kalau sarangnya di rumah pejabat, bongkar! Kalau sarangnya dibekingi oknum aparat, sikat juga oknumnya!

Ketiga, DPRD PALI siap kawal anggaran, kami akan dorong anggaran untuk operasi ini, untuk rehab pecandu di PALI, dan untuk penyuluhan di 71 desa se-PALI. Kami di DPRD siap berikan dana, asalkan operasi ini benar-benar jalan,” ungkapnya.

Masih katanya, selanjutnya yang keempat jangan berhenti di Operasi Sikat. Operasi Sarang Narkoba ini harus berlanjut terus, tidak boleh hanya satu minggu, tidak boleh hanya untuk foto-foto saja. Harus berkelanjutan sampai PALI benar-benar bersih.

“Lalu yang kelima, saya ajak rakyat PALI berani melawan. Saya minta seluruh kepala desa, seluruh tokoh masyarakat, seluruh guru, seluruh orang tua di 71 desa PALI jangan takut lapor. Kalau ada sarang Narkoba di desamu lapor ke Polres, lapor ke BNN, lapor ke saya langsung, saya lindungi pelapor. Saya juga berpesan kepada bandar-bandar Narkoba di PALI untuk tinggalkan PALI, PALI bukan tempat kalian jual racun, PALI bukan tempat kalian merusak anak-anak kami. Saya apresiasi kepada Bapak Kapolres PALI dan Kepala BNNK Prabumulih-PALI yang sudah berani turun langsung ke lapangan. Ini yang kita tunggu. Lanjutkan operasi ini, PALI bersih Narkoba!,” tandasnya. (ded)