Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana memberikan sambutan saat pelepasan lulusan Wisuda Ke-32 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali di Kabupaten Badung, Kamis (22/10/2026). (Foto-Antara)
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana memberikan sambutan saat pelepasan lulusan Wisuda Ke-32 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali di Kabupaten Badung, Kamis (22/10/2026). (Foto-Antara)
Ekonomi

Indonesia Naik ke Peringkat Kedua Global Muslim Travel Index 2026

oleh Apriandi | Kamis, 22 Oktober 2026

Badung, Bali, LensaSN

Indonesia berhasil menempati Peringkat Kedua Dunia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, meningkat dari posisi kelima pada 2025, dengan mencatatkan skor tertinggi sepanjang keikutsertaan dalam Indeks Pariwisata Ramah Muslim tersebut.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan itu saat pelepasan lulusan Wisuda Ke-32 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali di Kabupaten Badung, Kamis (22/10/2026).

“Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dari peringkat kelima di tahun 2025 menjadi peringkat kedua di dunia dalam Global Muslim Travel Index 2026 dengan skor tertinggi sepanjang keikutsertaan,” kata Widiyanti.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional.

Pengakuan global dapat memperluas peluang Indonesia untuk menarik wisatawan dari berbagai negara, termasuk wisatawan Muslim yang mempertimbangkan kebutuhan dan kenyamanan perjalanan sesuai preferensi mereka.

Selain peningkatan peringkat GMTI, Widiyanti menyebut Indonesia memperoleh ratusan penghargaan internasional dalam dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Selain itu, pengakuan internasional terhadap pariwisata Indonesia terus meningkat; sepanjang dua tahun ini Indonesia memperoleh 311 penghargaan internasional,” ujarnya.

Widiyanti menilai pengakuan tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global. Namun, reputasi internasional perlu diimbangi dengan kesiapan destinasi dan pelaku industri dalam memberikan pengalaman wisata yang berkualitas.

“Semakin kuat reputasi Indonesia di tingkat internasional, semakin besar pula peluang wisatawan memilih Indonesia dan memberikan kontribusi ekonomi bagi berbagai daerah,” kata Widiyanti.

Ia berharap peningkatan daya saing tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah untuk menjangkau pasar internasional.

Widiyanti juga mendorong para lulusan Poltekpar Bali memanfaatkan perkembangan industri pariwisata global dengan meningkatkan kompetensi profesional agar mampu berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pilihan wisatawan dunia. (Antara)