Walikota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi saat menyalurkan bantuan akses belajar digital berupa peminjaman laptop dan pemberian kuota internet gratis kepada siswa. (Foto-Istimewa)
Walikota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi saat menyalurkan bantuan akses belajar digital berupa peminjaman laptop dan pemberian kuota internet gratis kepada siswa. (Foto-Istimewa)
Pemerintahan

Telusuri Lorong-lorong, Ratu Dewa Serahkan Langsung Bantuan Akses Belajar Digital ke Siswa Desil 1

oleh Apriandi | Senin, 19 Oktober 2026

Palembang, LensaSN

Walikota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, Senin (19/10/2026) menyalurkan bantuan akses belajar digital berupa peminjaman laptop dan pemberian kuota internet gratis kepada siswa yang belajar melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kini terjadi.

Walikota Ratu Dewa turun langsung menelusuri lorong-lorong pemukiman warga untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh para siswa. Bantuan ini merupakan kerja sama Pemkot Palembang melalui Dinas Pendidikan bersama Program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel.

Bantuan ini disalurkan khusus bagi siswa dari keluarga kategori Desil 1 (sangat miskin/kurang mampu). Karena bagi keluarga tidak mampu, PJJ menghadirkan tantangan ganda yakni ancaman ISPA di luar rumah dan keterbatasan fasilitas digital di dalam rumah. Menjawab persoalan tersebut, Pemkot Palembang bergerak cepat mendatangi pemukiman padat penduduk di kawasan Seberang Ulu.

Penyaluran bantuan menyasar siswa di pemukiman belakang kantor Kelurahan 1 Ulu, kawasan Jalan Panca Usaha hingga Jalan Baru.

"Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kita saat udara tidak sehat seperti sekarang. Tapi di sisi lain, kita tidak ingin ada anak-anak yang tertinggal pelajaran hanya karena orang tuanya tidak punya HP atau tidak sanggup beli kuota internet,” ujar Walikota Palembang Ratu Dewa.

Dirinya menegaskan, skema pinjam pakai laptop dan penyediaan kuota gratis ini difokuskan kepada siswa kurang mampu agar mereka tidak perlu menumpang belajar atau bahkan putus sekolah di tengah situasi darurat asap.

"Saya minta Dinas Pendidikan dan pihak sekolah mendata betul anak-anak kita yang masuk kategori Desil 1. Bantuan laptop ini sifatnya dipinjamkan selama masa PJJ berlangsung, dan kuotanya disupport penuh oleh CSR Telkomsel. Jadi anak-anak cukup fokus belajar aman di dalam rumah tanpa perlu terbebani biaya,” tegasnya.

Sementara kebijakan PJJ diterapkan secara fleksibel dan terus dievaluasi secara berkala dengan memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta tren kasus ISPA pada anak. Adapun kendala PJJ selama masa kabut asap adalah ketimpangan sarana dan prasarana digital di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, langkah kolaboratif dengan mitra CSR diperluas untuk menutupi celah fasilitas tersebut.

Selain penyediaan sarana belajar daring, Diknas Palembang juga menetapkan arahan khusus bagi pihak sekolah, yakni penyederhanaan penugasan di mana guru diminta tidak memberikan beban tugas berlebihan kepada siswa selama PJJ agar tidak memicu stres di tengah kondisi kualitas udara yang buruk.

Evaluasi PJJ dilakukan berbasis zonasi, dimana sekolah yang berada di kawasan dengan kualitas udara membaik dapat dipertimbangkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, sedangkan kawasan berdampak parah tetap melanjutkan PJJ.

"Guru dan tenaga kependidikan tetap berkewajiban memantau dan mengontrol proses belajar siswa dari sekolah,” pungkasnya. (ded)