Kabut Asap Karhutla Semakin Parah, Banpres Rp100 Miliar untuk Sumsel Dipertanyakan
Palembang, LensaSN
Ade Indra Chaniago Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan dan Politik (PSKP), Kamis (30/9/2026) mempertanyakan kemana Bantuan Presiden (Banpres) Rp100 miliar yang sudah digelontorkan untuk Sumsel guna penanganan Karhutla, karena kabut asap Karhutla saat ini kondisinya sudah semakin parah.
Menurutnya, meskipun dana Rp100 miliar dari APBN telah diberikan ke Sumsel namun kenyataannya hingga kini kabut asap Karhutla mengepung wilayah Sumsel termasuk Kota Palembang.
"Kabut asap Karhutla kini semakin parah sehingga kita mempertanyakan kemana Banpres Rp100 miliar untuk Sumsel tersebut? Buat apa dana Rp100 miliar itu?," tegas Ade Indra Chaniago.
Masih dikatakannya, jangan sampai akibat adanya pihak yang melakukan dugaan kelalaian dari anggaran Rp100 miliar yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat tersebut malahan membuat masyarakat menjadi korban dari kabut asap Karhutla.
"Sebab, kenyataannya saat ini sudah banyak warga yang menderita sakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)," katanya.
Dilanjutkan Ade Indra Chaniago, dikarenakan anggaran Rp100 miliar itu berasal dari APBN, maka dirinya meminta agar para anggota DPR RI yang menjadi wakil rakyat Sumsel melakukan pengawasan.
"Dengan kondisi kabut asap Karhutla yang kini terjadi maka kami mempertanyakan, kemana saja anggota DPR RI wakil Sumsel, kok gak ada suarnya dan terkesan tidak peduli dengan rakyat yang kini dilanda kabut asap Karhutla," tandasnya. (ded)