Pemkot Palembang Siapkan 6,9 Ha Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat
Palembang, LensaSN
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan menyiapkan lahan seluas 6,9 hektare (ha) untuk pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah setempat tahun ini.
"Pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang megah ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 6,9 hektare milik TNI AU di kawasan Lanud SMH yang segera dibangun dalam waktu dekat ini," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat menandatangani pernyataan bersama TNI Angkatan Udara terkait penggunaan sementara aset lahan TNI AU seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palembang, Rabu (14/10/2026).
Dia mengatakan penandatanganan kesepakatan bersama ini menjadi tonggak sejarah kolaborasi antara sipil dengan militer di dunia pendidikan.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang secara khusus dan istimewa untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah (Desil 1 dan 2), termasuk anak jalanan dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus, melalui dukungan fasilitas pembelajaran modern dan asrama.
Berdasarkan perencanaan, kata dia, fasilitas pendidikan bertingkat empat lantai tersebut untuk menampung hingga 1.000 siswa pada tahap awal, dan akan meningkat drastis menjadi 2.500 siswa pada 2027.
Ia menilai dukungan TNI AU melalui penggunaan sementara lahan tersebut bentuk kolaborasi nyata yang melampaui tugas pokok.
"Sinergi ini menunjukkan bahwa kerja sama lintas lembaga dapat berkontribusi tidak hanya pada pelaksanaan tugas masing-masing institusi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia dan masa depan generasi penerus bangsa. Dari markas tempur, lahir generasi petarung masa depan," ujarnya.
Ia mengaku telah menginstruksikan Dinas Sosial Kota Palembang bersama seluruh perangkat daerah terkait mengawal proses tersebut secara serius, berkoordinasi intens dengan TNI AU serta kementerian dan lembaga terkait, dan memastikan setiap tahapan berjalan tertib, tepat waktu, serta sesuai regulasi.
"Terima kasih TNI AU yang telah membuka pintu markasnya untuk menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu," kata Ratu Dewa.
Kepala Biro Umum Kementerian Sosial Yadi Muchtar menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Palembang usulan langsung Pemerintah Kota Palembang yang mendapat respon cepat dari pusat.
Ia memastikan pembangunan segera dilaksanakan setelah status lahan dinyatakan bersih dan seluruh persyaratan administrasi diselesaikan.
"Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), proses tender pembangunan ditargetkan sudah dimulai pada 16 Oktober 2026. Ini bagian dari tahapan persiapan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan," ujarnya.
Dalam pelaksanaan, peran pemerintah daerah penting untuk melakukan pendataan, menghimpun calon peserta didik, serta memastikan anak-anak yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses.
Ia mengapresiasi keterlibatan Pemkot Palembang yang serius dalam memperhatikan masyarakat marginal.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel (Pnb) Asep Wahyu Wijaya menyampaikan dukungan ini bagian dari pengabdian TNI AU untuk negeri yang tidak hanya menjaga langit, tetapi juga mencerdaskan anak bangsa.
Melalui kerja sama segitiga emas antara Kementerian Sosial, TNI Angkatan Udara, dan Pemerintah Kota Palembang, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan sesuai tahapan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya, membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri dan meraih masa depan yang lebih baik. (Antara)