Joncik Muhammad Dorong Pengembangan UMKM untuk Kesejahteraan Masyarakat
Palembang, LensaSN
Dr H Joncik Muhammad SSi SH MM MH Bupati Empat Lawang mendorong pengembangan para pelaku UMKM (Usaha mikro, kecil dan menengah) yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikatakan Joncik Muhammad saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026, yang digelar di Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran Jakarta.
Rakornas yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini menjadi momentum menyelaraskan program percepatan akses keuangan di berbagai daerah, sekaligus merumuskan strategi peningkatan inklusi keuangan ke depan.
Kehadiran Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad dalam Rakornas tersebut menjadi bagian upaya Pemkab Empat Lawang memperkuat akses keuangan masyarakat bagi pelaku UMKM.
“Pelaku UMKM harus mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” kata Joncik Muhammad.
Pada Rakornas ini sejumlah aspek menjadi perhatian meliputi penguatan pembiayaan UMKM, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan serta perluasan pemanfaatan produk keuangan formal yang aman dan sesuai kebutuhan.
Melalui partisipasi dalam Rakornas TPAKD 2026 tersebut, Pemkab Empat Lawang semakin memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, lembaga keuangan dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong program inklusi keuangan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi Kabupaten Empat Lawang penguatan akses keuangan diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha, mendukung pengembangan sektor produktif serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM di tingkat lokal,” ungkap Joncik Muhammad.
Lebih jauh dikatakannya, perluasan akses keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kemudian kemudahan memperoleh layanan keuangan formal dan akses pembiayaan yang terjangkau dapat menjadi pendorong bagi masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas serta memperkuat
perekonomian daerah sehingga pelaku UMKM mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pembiayaan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan modal usaha, tetapi juga perlu diiringi peningkatan literasi keuangan. Hal itu dilakukan agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan formal serta mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Adapun teman Rakornas TPAKD 2026 ini yakni “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Forum nasional ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan akses pembiayaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam Rakornas Tim TPAKD Tahun 2026 tersebut juga dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Bank Indonesia, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta para gubernur, bupati dan walikota dari seluruh Indonesia. (ded)